Agustus 1, 2021

Galamusik

"Be impressed, not obsessed"

“>

Sumber gambar: PLUSwijzer

Musik rock mulai beken di Indonesia pada dekade 1950-an, ketika Raja Rock n Roll asal Amerika, Elvis Presley, mulai terkenal ke seluruh dunia. Kemudian muncul The Beatles, Led Zeppelin, dan Rolling Stone di Inggris pada dekade 1960-an. Tetapi, apakah banyak penggemar musik yang menyadari akan kehadiran rock and roll band asal Indonesia, The Tielman Brothers? Mereka merupakan musisi Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1958 dengan pertunjukan di Paviliun Indisch selama Pameran Dunia di Brussels.

Pada tahun 1956, The Tielman Brothers pindah ke Belanda, pertama ke Breda, kemudian ke Den Haag. Penampilan mereka terkenal karena aksi panggung spektakuler mereka, termasuk melempar gitar. Tielman Brothers adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka dengan sebutan Indorock, perpaduan musik Indonesia dan Barat yang berakar dari Kroncong. Tielman Brothers merilis rock and roll single Belanda pertama, yang berjudul ‘Rock Little Baby of Mine’ pada tahun 1958. 

“>


Sejarah Tielman Brothers

Menurut Denny Sakrie dalam 100 Tahun Musik Indonesia (2015), The Timor Rhythm Brothers adalah salah satu fenomena musisi bocah yang sudah muncul pada dekade 1940-an. Denny Sakrie menulis, “awalnya mereka bermain di hadapan keluarga dan kerabat sang ayah di rumah. Namun, akhirnya The Timor Rhythm Brothers mulai bermain musik di berbagai jenis pentas pertunjukan.” Saat masih bernama The Timor Rhythm Brothers, mereka diundang menari di depan Presiden Soekarno di istana dengan diiringi lagu ‘Bolelebo.’ “Kami mengenakan pakaian tradisional Kupang karena kami asli sana. Kami 4 bersaudara menari sementara bapak saya main gitar dan ibu saya main sasando. Pengalaman yang tidak akan saya lupakan seumur hidup.” Andy Tielman menyampaikan hal ini pada saat wawancara dengan Majalah Rolling Stones Indonesia.

Mereka sekeluarga membentuk band mereka sendiri dengan personil yang terdiri dari Andy Tielman (vokal, gitar), Reggy Tielman (gitar, banjo, vokal), Ponthon Tielman (contrabass, gitar, vokal), Loulou Herman Lawrence Tielman (drum, vokal), Janette Loraine Tielman (vokal), dan Firdaus Fauzi Tielman (organ). Pada tahun 1960, seorang gitaris tambahan bergabung dengan band, dia bernama Frank Luyten, meskipun dia meninggalkan Tielman Brothers pada tahun 1964 untuk membentuk band sendiri. Musisi lain yang bergabung dengan band untuk waktu yang singkat termasuk Rob Latuparissa (drum), Hans Bax (gitar), Roy Audy Piroeli (gitar) dan Leo Masengi (saksofon).

Sumber gambar: Discogs

Mereka tak hanya tampil dari panggung ke panggung, tapi juga di televisi Belanda. Menurut George Lipsitz dalam American Studies in a Moment Danger (2001), Tielman Brothers bermain atraktif dan ‘liar’ dalam sebuah festival di Brusel. Jatah bermain mereka hanya lima belas menit, tetapi mereka bermain lebih dari itu.
Tielman Brothers juga pernah muncul di sebuah film yang berjudul Paprika (1959). Film komedi ini berasal dari Jerman Barat yang disutradarai oleh Willy Hagara, Violetta Ferrari dan Waltraut Haas. Film ini diadaptasi dari drama, ‘Der Sprung in die Ehe’ yang ditulis oleh Max Reimann dan Otto Schwartz. Di dalam film, Tielman Brother berperan sebagai pemusik kuartet.

Sumber video: Youtube truitje

Asal Mula Indorock

Indorock adalah gerakan musik yang paling aktif dan paling sukses dalam periode 1958 hingga 1968. Para kolektor rekamanlah yang meluncurkan istilah ‘Indorock’ pada tahun 70-an untuk menggambarkan gerakan musik yang diusung oleh musisi India dan Ambon dari Belanda. Aliran musik Indorock ini merujuk kepada kelompok musik Tielman Brothers, sekalipun ada juga kelompok musik Indorock lainnya yang mendahului keberadaan Tielman Brothers. Di dalam situsnya yang berjudul Story of Indorock (1961), Henk Looijestijn pernah mengatakan, “Tentu saja sangat penting dalam periode ini ‘The Tielman Brothers’, sangat ahli dan banyak akal, menjadi yang teratas dalam sejarah Indorock. Band Indo juga sangat populer di Jerman, Swedia, Austria, Israel, dan Asia. Di Jerman khususnya, pada tahun 1958, sebuah ‘Kapel Indonesia’ dimainkan di hampir setiap ruang dansa. Pertunjukan ini sebagian besar difokuskan di dekat pangkalan Angkatan Darat AS. Kecintaan saya pada musik rock Indo didasarkan pada musik masa lalu saya di sekitar genre musik ini.”

Musik rock mulai masuk masa kejayaannya di Indonesia pada dekade 1980-an, tepatnya menjadi cikal bakal eksistensi komunitas musik, dengan banyaknya pub yang mulai tersebar di kota-kota besar pada masa itu. Di tempat itulah para musisi bisa saling berkumpul dan berbagi ide, serta menciptakan karya untuk para penikmat musik, terutama pada genre rock. Pada masa sekarang, musik rock dibawakan dengan banyak perubahan seperti jazz rock hingga berkembang menjadi alternative rock, sebut saja seperti Gang Pegangsaan, Giant Step, hingga Slank.


Kebohongan Para Penggemar
Ada banyak sekali blog yang menyebutkan The Tielman Brothers sebagai pionir rock and roll. Hal ini sesungguhnya sudah dapat dibantahkan dengan fakta bahwa mereka tidak pernah sekalipun membawakan musik rock di Indonesia sejak memulai debutnya pada tahun 1940-an. Mereka mulai membawakan lagu bergenre rock setelah pindah ke Belanda pada tahun 1957, dan memulai panggung pertamanya di sana pada tahun 1958. Musik rock mulai populer pada pertengahan tahun 50-an, berkembang di Britania Raya dan Amerika Serikat. Elvis Presley adalah salah satu musisi yang nantinya membuat genre rock sangat terkenal di seluruh dunia, tepatnya pada tahun 1956. Melalui singel pertamanya, ‘Heartbreak Hotel’ yang menjadi hit nomor satu di Amerika Serikat.

Sumber gambar: Facebook Leon Donnars

Pada foto tahun 1960, Tielman Brothers tampil di Hamburg dan siapa yang anda lihat di antara penonton? Sepertinya Paul McCartney dan John Lennon!

Foto ini telah dimanipulasi agar terlihat seperti John Lennon dan Paul McCartney berada di antara penonton. Tampak kedua gambar di atas terlihat sangat persis seperti gambar di bawah, yang menjadikan Tielman Brothers sempat kontroversial pada tahun 2016-2017 di Indonesia. Hoaks tentang ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2012, meskipun informasinya tidak terlalu booming saat itu. Satu hal yang pasti, informasi ini dibuat oleh penggemar untuk mengapresiasi musik Tielman Brothers, dan diunggah di blog pribadi mereka. Para penggemar Tielman Brothers tidak berusaha untuk memberi kesan buruk pada The Beatles. Tapi tetap saja, menceritakan kebohongan bukanlah sebuah perbuatan yang baik, meski untuk menaikkan popularitas.

Tentu kita tahu apabila The Beatles dan The Tielman Brothers tidak pernah konser bersama di bawah satu atap. Namun, pengaruh musisi Indonesia ini di luar negeri cukup besar. Di dalam buku Dangerous Crossroads karangan George Lipsitz (September 1998) sempat dijelaskan bahwa, “Penampilan rock & roll dan aksi akrobat The Tielman Brothers mendapat perhatian besar. Mereka memainkan gitar dan bass dengan kaki dan gigi. Bahkan terkadang memainkannya di belakang kepala. Aksi ini menuai popularitas di Eropa hingga akhirnya mereka memiliki massa penggemar fanatik sendiri di Hamburg, Jerman, tempat di mana mereka mungkin membawa pengaruh penting pula bagi awal karir The Beatles.” George Lipsitz juga menerangkan, di seluruh dunia, populasi imigran menemukan identitas mereka dengan membuat musik yang menggabungkan pengalaman mereka sendiri dengan bentuk budaya arus utama yang mereka tinggali.

Meskipun begitu, Tielman Brothers jelas sudah membanggakan nama Indonesia di Benua Biru. Andy Tielman dipandang sebagai pendiri budaya pop Belanda. Dikutip dari DeVerdieping Trouw, ‘Grondlegger popcultuur Andy Tielman overleden’ pada tahun 2005 Tielman diangkat menjadi ksatria di Ordo Oranje-Nassau. Sebagai penutup, ini beberapa penampilan The Tielman Brothers di Youtube:


Penulis: Jhon Cipta Levrando
Editor: Ignatius Aryo Bimo

You may have missed

“>

“>

1 min read

“>