April 23, 2021

Galamusik

"Be impressed, not obsessed"

LSD dan Musik Psikedelik

Sumber: https://content.geneticliteracyproject.org/wp-content/uploads/elementor/thumbs/lsd-ok51y5oex85j0qv9cjeom9gxi5vmrxvce3gtsa1iyg.jpg

Bicara tentang jenis narkotika, orang-orang akan langsung menyebut seperti heroin, kokain, ekstasi, dan sebagainya. Tapi apakah anda pernah mendengar tentang LSD? Apa itu LSD? Apa kaitan LSD dengan dunia musik? LSD merupakan kepanjangan dari Lysergic Acid Diethylamide, sebuah narkotika sintetis dengan bahan dasar sari jamur yang tumbuh di rumput gandum dan biji-bijian. LSD ditemukan pertama kali tahun 1938 oleh Albert Hofmann, seorang ahli kimia asal Swiss. Hofmann menciptakan LSD dengan tujuan melakukan penelitian kesehatan mental. LSD adalah jenis narkoba yang ampuh untuk mengubah suasana hati seseorang namun pemakaian LSD secara berlebihan justru akan menimbulkan efek halunisasi, stimulasi yang berdampak pada perubahan di pikiran, fokus, persepsi, dan emosi. LSD akan memunculkan efek pada penglihatan yakni warna-warna terang, penglihatan kabur, pandangan yang terdistorsi karena susah fokus, dan penggunaan LSD berdampak pada perubahan suasana hati secara meningkat dan bisa berlangsung sekitar 6-12 jam. Istilah psikedelik dicetuskan oleh psikiater Humphry Osmond pada tahun 1956 namun mulai terkenal pada dekade tahun 60 saat kaum hippie muncul dan LSD erat kaitannya dengan kaum hippie. Dekade tersebut juga memunculkan istilah musik psikedelik karena banyak musisi yang bekerja di bawah pengaruh LSD dengan dalih membantu proses kreativitas. Banyak grup musik yang menjadi pelopor rock psychedelic seperti The Doors, The Jimi Hendrix Experience, hingga grup musik legenda seperti The Beatles pun tak luput dari jerat LSD. Paul McCartney mengakui kalau ia pernah menggunakan obat itu untuk menggarap lagu. “Lucy in the Sky with Diamonds” pada album Sgt. Pepper’s Lonely Heart Club Band pada tahun 1967 menjadi saksi dari perjalanan The Beatles dan LSD.

Kisah yang paling terkenal adalah kisah dari grup musik Pink Floyd. Sebelum David Gilmour bergabung menjadi vokalis dan Pink Floyd yang kita kenal adalah band bernuansa progressive rock dengan substansi lagu berupa kritik sosial (seperti contoh lagu Another Brick in the Wall yang merupakan kritik terhadap sistem pendidikan sekolah), vokalis Pink Floyd adalah Syd Barrett dan band tersebut termasuk pelopor dari psychedelic rock. Sahabat masih bisa melihat wajah Syd Barret pada album pertama Pink Floyd yakni The Piper at the Gates of Dawn yang dirilis tahun 1967. Syd Barrett berada di posisi kanan atas. Era Syd Barrett, musik Pink Floyd identik dengan musik untuk mabuk dengan obat bius. Tidak heran karena Syd Barret suka melakukan eksperimen dengan obat-obatan terlarang hingga menyebabkan kerusakan jaringan otak dan mematikan kreativitas Syd Barrett. Tahun 1968 merupakan transisi untuk penggantian vokalis karena Syd Barrett semakin tidak produktif. Album A Saucerful of Secrets tahun 1968 merupakan album terakhir Syd Barrett dengan Pink Floyd sebelum “dipensiunkan” dan David Gilmour menjadi vokalis Pink Floyd untuk seterusnya. Di album tersebut, Syd Barrett hanya menyanyikan satu lagu yakni A Jugband Blues di album tersebut.

Penulis: Bramantyo Yamasatrio Kumoro
Editor: Bimo Samudra

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-bahaya-lsd-narkotika-yang-hendak-digunakan-b-i-ikon

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150122094544-255-26440/mengenal-lsd-narkotika-terampuh-ubah-suasana-hati

https://www.alinea.id/gaya-hidup/mengulik-sejarah-dan-musik-psikedelik-b1U5N9dWt

https://tirto.id/satu-satunya-jejak-syd-barret-bx1i

https://supermusic.id/superexclusive/supericon/syd-barrett-berlian-sinting-yang-terus-bersinar