Agustus 1, 2021

Galamusik

"Be impressed, not obsessed"

Dreamcatcher, Girlband Korea Bergenre Rock!

Sumber foto: Official Instagram Dreamcather

Halo sobat! Kali ini mimin akan memperkenalkan kalian kepada salah satu girlband Korea yang bergenre rock. Yap! Dreamcatcher. Mereka dulu dikenal dengan nama MINX yang debut pada 2014 dengan lagu debut berjudul “Why Did You Come to My Home” pada tanggal 18 September 2014. MINX berjumlah lima orang, yaitu JiU, SuA, SiYeon, Yoohyeon, dan Dami. Lalu, pada tahun 2015 mereka merilis mini album pertama mereka yang berjudul “Love Shake”.

Sumber foto: Kpopfiles.com

Pada tahun 2017 JiU, SuA, Siyeon, Yoohyeon, dan Dami kembali debut di girlband baru bernama Dreamcatcher. Girlband tersebut memiliki dua tambahan anggota baru lagi yaitu Handong dan Gahyeon. Mereka merilis single album pertama mereka yang berjudul “Nightmare” dengan lagu utama “Chase Me” pada tanggal 13 Januari 2017. Mereka melakukan debut panggung pada tanggal 19 Januari di acara music M Countdown. Setelah itu, mereka melakukan comeback pertama mereka dengan merilis single album kedua yang berjudul “Fall Asleep in the Mirror” pada tanggal 5 April 2017 dengan lagu utama “Good Night”.

Di tahun 2017, Dreamcatcher bekerja sama dengan MyMusicTaste untuk menyelenggarakan tur di tujuh negara Eropa pada Februari tahun 2018. Tur tersebut berjudul “Fly High”. Dreamcatcher mendapatkan pujian dari kritikus musik berkat keunikan musik mereka yang menggabungkan musik rock dan metal. Selain itu, lagu mereka yang berjudul “Chase Me” masuk dalam Billboard’s Best K-Pop Songs of 2017: Critics’ Picks dan berada dalam peringkat ke-19.

Sumber foto: Twitter @soompi

Pada tahun 2018, mereka mengeluarkan sebuah single digital yang berjudul “Full Moon” untuk merayakan hari jadi pertama mereka. Lagu tersebut memasuki posisi ke-16 dalam Billboard World Digital Song Sales Chart. Selain itu, mereka menggelar jumpa penggemar di Mary Hall Grand Theatre di Universitas Sogang. Pada hari itu, mereka memabwakan lagu “Full Moon” untuk pertama kalinya di hadapan penggemar. Mereka tidak hanya berprestasi dalam bidang musik, tetapi juga mereka dipercaya oleh pemerintah sebagai duta hubungan masyarakat untuk perlindungan hak cipta dalam kampanye komersialisasi dan perlindungan hak cipta dari Teknologi Keamanan Blockchain terbaru dari Microsoft.

Setelahnya, mereka merilis mini album yang berjudul “Escape The Era” dengan lagu utama “You and I’. Album tersebut masuk ke dalam Billboard World Albums chart untuk pertama kalinya dan berada di posisi ke-7. Tidak lama setelah itu, mereka melakukan jumpa penggemar di Amerika Latin. Pada tahun 2019, mereka merilisi mini album keempat yang berjudul “The End of Nightmare” dengan lagu utama “Piri”. “Piri” adalah seruling dalam bahasa Korea. Setelah merilis mini album tersebut mereka menyelesaikan tur Asia mereka. Selain itu, mereka juga mengumumkan nama klub resmi anggota yang bernama InSomnia.

Mereka bahkan merilis album studio Jepang perdana mereka yang bertajuk “The Beginning of The End” pada tanggal 11 September. Lagu utama dari album tersebut berjudul “Breaking Out”. Video musik dari lagu tersebut sudah terlebih dahulu diunggah oleh akun Youtube resmi Pony Canyon. Lalu, mereka merilis album berjudul “Raid of Dream” dengan lagu utama “Déjà vu” dan sudah dirilis dalam versi Jepang. Lagu “Déjà vu” versi Jepang berkolaborasi dengan mobile game King’s Raid.

Pada tahun 2020, mereka merilis album studio Korea perdana mereka berjudul
“Dystopia: The Tree of Language” dengan lagu utama berjudul “Scream”. Namun, mereka hanya melakukan promosi enam anggota tanpa Handong. Handong mengikuti acara pencarian bakat di Tiongkok yang berjudul Youth With You 2 (Idol Producer). Posisi Handong diisi oleh salah satu penari. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan comeback Jepang yang berjudul “Endless Night”. Dreamcatcher, IN2IT, dan solois AleXa berkolaboriasi untuk mengisi lagu tentang pentingnya pendidikan dan keamanan di tengah pandemi  Covid-19. Pada tanggal 15 Juli, Dreamcatcher mengisi lagu tema dari mobile game Girl Café Gun yang berjudul “R.o.S.E BLUE”. Kemudian pada tanggal 17 Agustus mereka mengeluarkan album baru yang berjudul “Dystopia: Lose Myself” dengan lagu utama “BOCA”.

Nah itu tadi sekilas mengenai Dreamcatcher. Mereka adalah satu-satunya girlband yang berani mengambil genre musik rock dan metal. Mereka memang cukup terkenal di kancah internasional, namun mereka tidak terlalu mendapatkan simpati di negaranya sendiri bahkan mereka belum mendapatkan kemenangan pertama mereka di berbagai acara musik. Alasannya, genre music yang digunakan oleh Dreamcatcher cenderung sulit diterima di Korea Selatan. Di sana, girlband memiliki image yang cute ataupun sedikit seksi. Maka dari itu, konsep dan genre musik yang diusung Dreamcatcher sulit diterima di kalangan penggemar musik K-Pop di negara Ginseng tersebut. Nah! Bagi teman-teman wibu atau penikmat rock bisa banget untuk cek beberapa lagu mereka yang memang terkesan horror sekaligus memadukan genre rock dan metal. Pokoknya jangan lupa buat dengerin musik mereka yang memang nyeleneh dibanding girlband lain di Korea. Kamsia!!

Penulis : Monica Putri Perdana Kusuma

Editor : Ignatius Bimo Arya

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Dreamcatcher_(grup_musik)